Jendela Indonesia

Motivate young generation to be success in internet era

Thomas Alva Edison, inventor 1093 paten (Tokoh Inspirator dan Motivator)

Posted by jendelaindonesia pada Oktober 31, 2008

Thomas Alva Edison, inventor 1093 paten
Oleh: Syafedi Syafei, Ph.D

Thomas Alva Edison dilahirkan pada tanggal 11 februari 1847 di Milan, Michigan, USA . Dia adalah penemu (inventor) terbesar sepanjang sejarah hidup manusia. Penemuan terpentingnya adalah bola lampu (bulb light), telegraph, film projektor, dan phonograph (recorder/kaset). Penemuannya yang dipatenkan berjumlah 1093 buah. Dia adalah pendiri perusahaan General Electric, perusahaan yang sekarang ini bergerak diberbagai bidang termasuk financial dan merambah ke seluruh belahan bumi termasuk Indonesia.

Kisah perjalanan hidupnya seperti dongeng. Penemuan yang dilakukannya adalah berkat kerja keras, konsistensi, dan dilalui melewati kegagalan dan jatuh bangun. Pada umur 7 tahun dikeluarkan dari sekolah oleh gurunya, karena dianggap bodoh dan terlalu banyak bertanya. Ibunya yang demikian sayang dan percaya kepada kemampuan anaknya meninggalkan pekerjaannya sebagai guru dan mendidik anaknya. Pertanyaan dan keinginan tahuan anaknya berusaha dia jawab. Pertanyaan yang tak diketahui jawabannya, berusaha dicarikan jawabannya dengan menanyakan kepada ahlinya.

Kisah hidupnya merupakan inspirasi bagi orang tua dalam mendidik anaknya. Kerja keras, rasa keingintahuan, dan sifat yang tidak mudah menyerah merupakan inspirasi bagi peneliti dan enterprenur. Dan sebagai sumber inspirasi/motivasi bagi generasi muda Indonesia. Kegagalan gurunya dalam mengetahui potensi, bakat, dan karakter anak didik, merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi para guru

Juga sebagai inspirasi/motivasi bagi anakku Salman Azis Alsyafdi lahir pada 11 Februari 1986( http://ilmusalman.wordpress.com/about/ ), yang baru saja di wisuda pada hari Jum’at, 9 Agustus 2008, pada Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, dan anak-anakku Ilham, Melisa dan Adelina.

Start young

Think Big

Stick to it

And You have to believe on it and committed to it

……………………………………………………………………………………………………………………………..

Masa Kecil Thomas

Thomas Alva Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari tahun 1847 di Milan, Ohio, USA. Dia adalah anak bungsu dari 7 orang bersaudara, dari Bapak Samuel Edison, Jr. Dan Ibu Nancy Elliot Edison. Ibunya adalah guru sekolah, dan Bapaknya adalah pedagang mulai grocery store dan real estate. Ketika Thomas kecil berumur 7 tahun, keluarganya pindah ke Port Huron, Michigan. Dia adalah anak yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar (curious) dan banyak bertanya.

Pendidikan Thomas

Thomas Alva Edison memulai sekolah pada umur 7 tahun di Port Huron, Michigan. Gurunya, Reverend G. B. Engle menganggap Thomas adalah siswa yang bodoh. Thomas kecil tidak suka matematika, dan terlalu banyak bertanya. Ceritanya, guru pada waktu itu tidak menyukai siswa yang banyak bertanya. Setelah 3 bulan sekolah, gurunya memanggil Thomas dengan sebutan ”addled”, yang berarti bingung dan kacau (confused and mixed up). Thomas kecil, diberi surat oleh gurunya untuk diserahkan kepada orang tuanya. Isi suratnya, adalah tentang ketidak sanggupan guru mendidik Thomas, dan agar dididik sendiri atau dipindah ke sekolah lain. Intinya dia dikirim ke rumah, dan gurunya tak sanggup menanganinya.

Hari berikutnya, Nancy Edison membawa Thomas kembali ke sekolah untuk bicara dengan Reverend Engle. Guru tersebut mengatakan kepada ibunya bahwa Thomas kecil tak bisa belajar Nancy sangat marah dengan cara guru yang sangat strik tersebut. Dia bawa kembali anaknya ke rumah dan memulai melakukan “Home Schooling” Thomas kecil. Walaupun disebutkan bahwa dia mengikuti 2 sekolah yang lain, tetapi dia sangat jarang hadir di sekolah. Jadi, hampir seluruh masa pembelajaran anak-anak terjadi di rumah.

Edison Senang Membaca

Orang tua Edison sangat suka membaca. Dia membacakan Thomas buku-buku yang baik dan juga buku sejarah. Mereka mepunyai banyak buku yang bagi Thomas kecil yang sangat curious digali dan dipelajari. Sebelum berumur 12 tahun, dia sudah membaca karangan Dickens dan Shakespeare. Fall of Roman Empire and Decline oleh Edward Gibbon, dan bacaan lainnya sudah dilalapnya.

Nancy Edison menyemangati dan mendorong rasa ingin tahu Thomas dengan belajar sendiri melalui buku dan experimen. Orang tuanya mempunyai dedikasi tinggi untuk mengajar anaknya. Mereka tidak memaksa anaknya untuk belajar sesuatu yang tidak disukai Thomas. Maka Thomas belajar tentang sesuatu terutama yang menarik baginya.

Sewaktu Thomas berumur 9 tahun, Nancy Edison memberi Edison buku Sains Dasar. Buku tersebut menjelaskan tentang bagaimana percobaan kimia dilakukan di rumah. Thomas melaksanakan setiap experimen yang ditulis pada buku tersebut. Dan Nancy memberi buku sains lebih banyak untuk Thomas. Akhirnya Thomas sangat mencintai Ilmu Kimia dan membelanjakan semua uang jajannya untuk pembelian zat kimia pada toko pharmasi lokal. Dia mengumpulkan botol, kabel, dan ala-alat lainnya untuk experimennya.

Pada umur 10 tahun, Thomas membangun labaratorim Sains pertama di basement rumah keluarganya. Bapaknya tidak menyetujui aktifitas Thomas di lantai dasar tersebut. Kadangkala, Sam bapaknya memberinya 1 penny (10 cent) agar Thomas kembali membaca buku. Tetapi sering Thomas menggunakannya untuk membeli lebih banyak zat kimia untuk experimennya. Semua botol yang digunakan dalam experimen diberi label ”racun”. Dan tentunya dia mengetahui spesifik masing-masing botol tersebut. (bersambung)

Thomas Alva Edison Penemu 1093 paten, inspirasi dan motivasi (bag 2)

Pekerjaan Pertama

Sewaktu Edison berumur 12 tahun, dia bekerja sebagai “anak kereta” pada Grand Trunk Railway. Kereta tersebut melewati jalur dari Port Huron, ke Detroit, dan kembali ke Port Huron, dalam satu hari. Sebagai ”anak kereta” dia menjual suratkabar dan permen kepada penumpang kereta. Dia juga mencetak koran mingguan, yang diberi nama Weekly Herald. Semua uang yang diperoleh dibelanjakan untuk membeli buku dan peralatan untuk laboratorium kimianya.

Sekitar setahun kemudian, dia memperoleh izin untuk memindahkan lab rumahnya ke gerbong barang kereta. Dia melakukan experimen sains-nya selama kereta berhenti selama 5 jam di Detroit. Tetapi suatu hari, gerbong kereta tersebut meledak dan terbakar karena tumpahan campuran zat kimia penelitiannya. Kundektur mengusir Thomas dan membuang zat kimia-nya dari kereta, dan dia tidak dibolehkan lagi berjualan dan ber-ekperimen di kereta. Kecelakaan tersebut tidak membuatnya kapok dengan experimennya. Pekerjaan selanjutnya adalah menjual koran di station sepanjang perjalanan dari Port Huron ke Detroit.

Masalah Pendengaran

Selama masa kanak-kanak nya, Edison mempunyai masalah pendengaran. Pendengarannya makin menurun pada umur 15 tahun karena kecelakaan di kereta. Ketika dia mencoba melompat sewaktu kereta sedang berjalan, kondektur menangkap telinganya untuk menariknya kembali ke atas kereta. Thomas mengatakan dia merasakan sesuatu menghantam didalam kepalanya. Pendengarannya makin berkurang. Ketuliannya sebenarnya dapat diobati dengan operasi. Tetapi, ”dengan tuli membantunya untuk lebih konsentrasi”, katanya.

Suatu waktu dia mengatakan “Barangkali dengan tuli memacunya untuk banyak membaca”. Dia adalah satu diantara pengguna pertama yang memanfaatkan Pustaka Detroit yang tanpa bayar. Nomor kartu pustakanya adalah no 33. Setiap rak buku ditelusurinya, dan membaca setiap buku.

Diantara demikian banyak jenis buku, dia sangat menyenangi buku sains. Dia menggali buku tentang elektrik, mekanik,analisa kimia, manufaktur, teknologi, dll. Dia menyadari masa depannya adalah menemukan cara untuk membuat kehidupan lebih baik, tidak hanya belajar bagaimana sesuatu bekerja.

Penemuan Pertama

Sembilan tahun sebelum Edison dilahirkan,Samuel . B. Morse terkenal dengan penemuan telegraph. Telegraph mengirim pesan melalui kawat (wire) menggunakan kode Morse. Pada kode Morse, huruf dan angka ditulis menggunakan kombinasi titik (dots), strip (dashes), dan suara singkat dan panjang. Pada waktu Edison memulai experimen, jalur telegrap melintas sebagian besar daerah. Dia sudah ingin mempelajari telagraph dan mengirim berita melalui kawat telegrap.

Sewaktu menjual Koran sepanjang jalan kereta, sesuatu terjadi yang mengubah jalan hidupnya. Edison menyelamatkan anak dari pejabat station. Anak itu jatuh ke trak jalan yang akan dilewati kereta, Edison menyelamatkannya. Ayah anak tersebut berterimakasih kepada Edison dengan mengajarkannya bagaimana menggunakan telegrap. Edison menggunakan metal untuk membuat set telegrap dan mempraktekkan kode Morse.

Sewaktu Edison berumur 16 tahun, dia pindah ke Toronto, Kanada. Dia menjadi asisten telegrap. Pekerjaannya adalah melaporkan sesuatu setiap jam menggunakan telegrap. Edison berpikir hal ini membuang waktu. Dia menciptakan suatu gajet yang dapat mengirim sinyal, walaupu dia sedang tidur, secara otomatis setiap jam. Ini adalah temuan pertamanya. Sewaktu bosnya menemuinya sedang tidur, hampir saja dia dipecat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: