Jendela Indonesia

Motivate young generation to be success in internet era

Di Amerika Warna Kulit Berperan

Posted by jendelaindonesia pada November 3, 2008

http://www.ranesi.nl/arsipaktua/amerika/as/Warna_kulit081017

Di Amerika Warna Kulit Berperan

Dalam Pemungutan Suara

Reinout van Wagtendonk

17-10-2008

Barack ObamaWarna kulit Barack Obama merupakan faktor yang tidak menentu dalam persaingan merebut kursi presiden Amerika. Hanya sedikit yang berucap lantang soal rasial itu. Anggota Dewan Perwakilan dari partai Demokrat pernah mengatakan bahwa rasisme bakal menjadi penghalang bagi Obama di wilayah pemilihannya. Namun anggota kongres itu cepat-cepat meminta maaf atas ucapannya.

Bagaimana pun juga, seorang kandidat presiden kulit hitam adalah sesuatu yang historis. Itu membuktikan bahwa di Amerika, zaman telah berubah. Namun secara terselubung, asal usul Obama sebetulnya berperan juga. Bahkan di beberapa wilayah dan di antara beberapa kelompok masyarakat hal itu sempat dibicarakan secara terbuka. Seperti halnya ucapan yang terjadi dalam pertemuan pemilihan presiden partai Republik di pedesaan negara bagian Ohio.

Perempuan: Saya khawatir, jika ia menang maka kaum kulit hitam akan mengambil kendali.

Pria:
Ia tampak sebagai serigala dengan baju domba

Perempuan:
Saya khawatir Obama dan istrinya akan menjadi anti kulit putih, ia menyembunyikannya.

Kesimpulan umum terutama pemilih kulit putih miskin tidak akan memilih Obama karena ia hitam. Menurut jajak pendapat juga sulit untuk meramal berapa jumlah mereka, karena hanya ada sedikit orang-orang dari kelas tersebut yang muncul dalam jajak pendapat.

Jack Murtha adalah anggota konggres Republiken yang mewakili wilayah pemilihan di Pennsylvania. Seperti pendukungnya, Murtha mendukung Hillary Clinton. Ia kini tidak mendukung Obama. Dalam wawancara dengan harian Pittsburgh, ia mengatakan rasisme akan memainkan peran dalam pemilihan di distriknya, Obama akan menang tipis dibanding seperti apa yang tersimpul dalam jajak pendapat.

Jack Murtha: Obama menghadapi masalah rasisme di wilayah barat Pennsylvania.

Wakil Rakyat Murtha akhirnya cepat-cepat meminta maaf dan karena hal itu tidak layak untuk dilontarkan. Dalam jajak pendapat pemilihan awal di Pennsylvania menyatakan bahwa Obama kalah lima persen dari Hillary padahal dalam kenyataan selisihnya sepuluh persen. Para penyelenggara jajak pendapat dan akademisi memperkirakan dukungan pemilih kulit putih terhadap Obama berada di antara dua hingga enam persen lebih rendah dibanding apa yang disimpulkan dalam jajak pendapat.

Tak Jadi Bahan Kampanye
Hal itu tidak juga dijadikan bahan kampanye John McCain secara terbuka. Namun menurut para kritisi ada beberapa kata-kata bersayap yang digunakan secara diam-diam untuk para pemilih kulit putih. Kata disrespectful atau tidak menghormati menunjukkan tuduhan semacam itu bagi seorang kulit hitam merupakan alasan untuk menyerangnya.

John McCain sendiri tidak bersedia ikut dalam permainan rasis tersebut. Hal itu membuat frustasi beberapa penasihat dan pendukungnya. Tahun ini, Barack Obama menghentikan hubungan dengan pendeta kulit hitam Jeremiah Wright putus, padahal itu sudah berlangsung dua puluh tahun lamanya. Pendeta itu terkenal dengan ucapannya: Tidak, Tuhan tidak memberkati Amerika, Tuhan mengutuk Amerika, demikian dalam injil, karena Amerika membunuh orang-orang tidak bersalah. Hubungan itu tampaknya bisa menjadi sasaran empuk untuk menyerang Obama. Namun McCain melarang dirinya untuk membuat pendeta bermasalah dan keluaarga serta teman Obama menjadi topik kampanyenya. Dengan demikian masalah ras tidak pernah tampil secara terbuka.

Kalangan serikat buruh merupakan pendukung utama kampanye Obama. Tetapi justru anggota serikat buruh kulit putih masuk kelompok Demokrat dan calon mandiri yang mungkin menganggap kulit Obama sebagai maslaah. Pemimpin serikat buruh seperti Gerald McEntee menegur anggotanya soal ini. Menurut McEntee, pada televisi CNN, krisis keuangan dan ramalan suram perekonomian memudahkannya menyingkirkan masalah rasis terhadap Obama.

Gerald McEntee: Perekonomian, kocek anda, gaji anda, pekerjaan. Sepanjang semua itu diperhatikan dan bukan masalah yang tidak ingin disebut ini, bukan emosi yang diinginkan orang lain masuk kampanye ini, maka saya kira Obama akan baik-baik saja.

Kata Kunci: Amerika, McCain, Obama, Pilpres, Ras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: